Bahan Penanganan Banjir dan Longsor Gunakan Geotextile dan Bronjong

Bahan Penanganan Banjir dan Longsor Gunakan Geotextile dan Bronjong

Bahan Penanganan Banjir dan Longsor Gunakan Geotextile dan Kawat Bronjong berfungsi sebagai struktur penahan dan perkuatan tebing yang fleksibel dan memiliki drainase yang baik untuk menstabilkan lereng dan mencegah longsor.

Apa itu Bahan Banjiran?

Bahan banjiran adalah material atau bahan yang disiapkan dan digunakan untuk penanganan banjir dan pasca banjir dan digunakan untuk membangun tanggul darurat, memperkuat struktur penahan air, atau memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir.

Jenis Bahan Banjiran

Pemilihan bahan sangat penting untuk memastikan tanggul darurat efektif dan kuat menahan tekanan air. Beberapa jenis yang sering digunakan meliputi:

  • Geotextile dan Geobag (Karung Geotextile)
  • Bambu Cerucuk
  • Terpal Plastik
  • Batu dan Bronjong

Dan tentu saja berbagai alat berat dan material lainnya yang dibutuhkan saat banjir maupun pasca banjir dan longsor sesuai kondisi di lapangan.

Salah satu bahan banjiran yang sering digunakan dalam penanganan banjir dan pasca banjir serta longsor yaitu material geosintetik salah satunya Geotextile Non Woven yang dikombinasikan dengan Kawat Bronjong untuk membangun struktur penguat tanah atau penahan air, seperti tanggul atau dinding penahan.

Fungsi Geotextile dan Kawat Bronjong untuk Penanganan Banjir dan Longsor

Berikut adalah penjelasan komponen utama dan perannya dalam penanganan banjir:

1. Geotextile Non Woven

Geotextile non woven (tidak teranyam) adalah lembaran material tekstil sintetis (biasanya poliester atau polipropilena) yang memiliki struktur seperti karpet tebal dengan pori-pori yang dapat dilewati air tetapi menahan partikel tanah.

Geotextile non woven dijahit menjadi kantung besar (disebut geobag). Kantung ini kemudian diisi dengan pasir atau material lokal lainnya dan disusun untuk membentuk tanggul sementara atau permanen, dinding penahan, atau pemecah ombak. Fungsinya seperti karung pasir, tetapi jauh lebih kuat, tahan lama, dan memiliki kemampuan filtrasi.

Dipasang di antara dua lapisan material yang berbeda (misalnya, antara tanah dasar yang lunak dan material timbunan/batuan) untuk mencegah tercampurnya kedua lapisan tersebut. Hal ini menjaga integritas dan stabilitas lapisan timbunan.

2. Kawat Bronjong (Gabion)

Kawat bronjong (atau gabion) adalah kotak atau keranjang yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis (galvanis atau PVC) yang diisi dengan batu-batu kali.

Bronjong disusun bertingkat untuk membentuk struktur masif yang berfungsi sebagai dinding penahan tanah atau tanggul. Struktur ini sangat efektif menahan erosi dan tekanan lateral tanah, terutama di tepi sungai atau lereng.

Geotextile non woven sering ditempatkan di belakang atau di bawah bronjong (antara bronjong dan tanah) untuk berfungsi sebagai filter dan separator. Ini memungkinkan air dari tanah di belakang struktur mengalir keluar melalui celah-celah batu di bronjong tanpa membawa serta partikel-partikel tanah halus. Hal ini mencegah erosi internal dan menjaga kestabilan struktur tanggul/dinding.

 

Untuk pengadaan Geotekstil Non Woven PET pada proyek Anda. Hubungi kami CV. Gempita Raya Konstrusindo melalui Kontak kami atau Whatsapp untuk permintaan penawaran harga terbaik untuk Anda sekarang!

Artikel Terkait