Jenis Geotextile Woven Berdasarkan Gramasi
Jika Dibedakan Berdasarkan Gramasinya, Berikut Jenis Geotextile Woven!
Geotextile Woven biasanya dibedakan berdasarkan gramasi atau berat material per meter persegi yang dinyatakan dalam satuan GSM (Gram per Square Meter / Gram per meter persegi). Nilai gramasi ini berbanding lurus dengan ketebalan dan kekuatan tarik (tensile strength) material semakin besar gramasinya, semakin tinggi pula beban yang dapat ditahan.
Berikut adalah klasifikasi jenis Geotextile Woven berdasarkan rentang gramasi yang paling umum digunakan dalam proyek konstruksi di Indonesia:
Jenis Geotextile Woven |
Karakteristik |
Fungsi & Aplikasi |
| Geotextile Woven 150 GSM | Paling ringan dan paling ekonomis. | Digunakan untuk proyek dengan beban kerja ringan. Sebagai lapis separasi pada tanah dasar yang relatif keras, jalan sementara, jalan paving block, atau weed mat. |
| Geotextile Woven 200 GSM | Tipe kelas menengah yang sering menjadi standar spesifikasi di berbagai proyek infrastruktur umum. | Ideal untuk mencegah bercampurnya material urugan dengan tanah dasar lunak. Diaplikasikan pada proyek jalan tol, jalan akses perumahan, area parkir, dan stabilisasi tanah rawa/berlumpur. |
| Geotextile Woven 250 GSM | Memiliki anyaman yang lebih rapat, tebal, dan daya regang yang lebih kaku dibandingkan 150 dan 200 GSM. | Diperuntukkan bagi proyek yang dilewati kendaraan dengan tonase beban berat. Digunakan untuk infrastruktur industri, jalan pertambangan, jalan perkebunan, dan tanggul sungai. |
| Geotextile Woven 300-500 GSM (Heavy Duty) | Material tugas berat yang diproduksi untuk menahan tekanan tarik yang sangat ekstrem di lapangan. | Khusus untuk stabilisasi lereng, dinding penahan tanah (retaining wall), reklamasi pantai, landasan pacu pesawat, dan area stockpile alat berat. |



