Perbedaan Geotextile Woven dan Non Woven Geotextile berdasarkan karakteristik dari proses pembuatan, kuat tarik, elongasi, permeabilitas, fungsi dan aplikasinya.
Perbedaan Geotextile Woven dan Non Woven Berdasarkan Karakteristiknya
Perbedaan utama antara Geotextile Woven (anyaman) dan Geotextile Non Woven (non-anyaman) terletak pada proses pembuatannya, yang memengaruhi sifat mekanik dan hidrolik material, serta aplikasi utamanya dalam teknik sipil.
| Karakteristik |
Geotextile Woven |
Geotextile Non Woven |
| Proses Pembuatan | Dibuat dengan menganyam serat polimer sintetis (seperti polipropilena atau poliester) membentuk struktur seperti kain. | Dibuat dengan menggabungkan serat polimer (melalui proses needle punch, termal, atau kimia) tanpa proses anyaman, menghasilkan tekstur seperti kain flanel/karpet. |
| Kekuatan Tarik | Tinggi, memberikan perkuatan yang sangat baik. | Lebih rendah dibandingkan woven pada gramasi yang sama, namun masih memadai. |
| Elongasi | Rendah (umumnya <35%). | Tinggi (umumnya >50%), lebih fleksibel. |
| Permeabilitas | Rendah (memiliki celah anyaman yang rapat), membatasi aliran air. | Tinggi (memiliki rongga pori yang lebih banyak), memungkinkan air mengalir cepat dan berfungsi sebagai filter. |
| Fungsi | Perkuatan (Reinforcement) dan Separasi dengan beban berat. | Filtrasi, Drainase, dan Separasi (pada aplikasi beban ringan-sedang). |
| Aplikasi | Stabilisasi tanah dasar jalan raya, rel kereta api, perkuatan lereng/timbunan tinggi, dan perkuatan tanah yang memerlukan daya dukung tinggi. | Sistem drainase bawah tanah, pelindung geomembran, lapisan pemisah antara dua jenis tanah berbeda, dan pencegahan erosi. |
Untuk pengadaan Geotextile Woven dan Geotextile Non Woven pada proyek Anda. Hubungi kami CV. Gempita Raya Konstrusindo melalui Kontak kami atau Whatsapp untuk permintaan penawaran harga Geotextile terbaik untuk Anda sekarang!





