Ukuran Geomembrane untuk Tambak Udang Berdasarkan Ketebalannya yaitu antara 0,3–2,0 mm karena semakin tebal semakin kuat, awet, dan cocok untuk tambak intensif.
Dalam budidaya tambak udang (terutama tambak intensif dan supra-intensif), penggunaan geomembrane berbahan HDPE sudah menjadi standar untuk melapisi dasar tambak. Ketebalan geomembrane diukur dalam satuan milimeter (mm) atau mikron. Pemilihan ketebalan ini sangat menentukan masa pakai (durabilitas) tambak, ketahanan terhadap tusukan, serta biaya investasi awal.
Ketebalan Geomembrane yang Umum untuk Tambak Udang
Pemilihan ukuran dan ketebalan geomembrane untuk tambak udang biasanya disesuaikan dengan luas kolam, kondisi tanah, umur pakai yang diinginkan, serta anggaran proyek. Material yang paling umum digunakan adalah geomembrane HDPE karena tahan UV, tahan bahan kimia, dan kuat terhadap tusukan.
Ketebalan |
Penggunaan Umum |
Kelebihan |
Kekurangan |
|---|---|---|---|
| 0,3 mm | Tambak kecil sementara | Murah, ringan | Mudah robek |
| 0,5 mm | Tambak tradisional semi intensif | Ekonomis | Umur pakai lebih pendek |
| 0,75 mm | Tambak semi intensif | Cukup kuat dan fleksibel | Masih rentan jika tanah berbatu |
| 1,0 mm | Tambak intensif | Sangat umum dipakai | Harga lebih tinggi |
| 1,5 mm | Tambak intensif skala besar | Sangat kuat dan awet | Lebih berat |
| 2,0 mm | Kondisi ekstrem / limbah tambak udang | Ketahanan maksimal | Biaya tinggi |
Tips Memilih Ketebalan Geomembrane Pada Tambak Udang
- Tanah berbatu → minimal 1,0 mm
- Banyak alat berat/aerator → 1,0–1,5 mm
- Umur pakai >10 tahun → 1,0 mm ke atas
- Gunakan geotextile underlayer bila tanah tajam atau tidak rata
Untuk pengadaan Geomembrane dan jasa pemasangan pada proyek Anda. Hubungi kami CV. Gempita Raya Konstrusindo melalui Kontak kami atau Whatsapp untuk permintaan penawaran harga terbaik untuk Anda sekarang!





